Selasa, 09 April 2019

Pemilih Milenial dalam Pemilihan Umum


Pemilih Milenial di Pemilu 2019
Oleh : Alvin Wahyu Herliana

Gagasan
Assalamu’alaikumWr. Wb, Salam sejahtera bagi kita semua.
Demokrasi adalah sistem pemerintahan dimana semua warga negara memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negaranya untuk ikut berpatartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam praktik politik.Pemilu di Indonesia berdasarkan pada Demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang merupakan perwujudan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang mengandung semangat ketuhanan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradap, persatuan Indonesia, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita  bisa melihat bahwa pada 17 April 2019 kita akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih para calon legislative dan presiden secara langsung. Proses pemilu memiliki dampak positif dan nagatif, salah satu dampak negative adalah proses kampanye yang tidak sehat mengakibatkan merenggangnya persatuan dan kesatuan.
Menurut Ali Martono, Pemilu adalah sarana yang tersedia bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatannya dan merupakan sistem demokrasi. Bagi Indonesia yang telah menetapkan dirinya sebagai negara demokrasi. Di Indonesia  menggunakan demokrasi langsung, yaitu rakyat menpunyai kebebasan mutlak untuk memberikan pendapatnya, dan semua aspirasi mereka dimuat dengan segera di dalam satu pertemuan, dan pemilu merupakan wadah yang digunakan sebagai ajang aspirasi rakyat untuk menentukan pilihannya sesuai hati nurani sendiri.
Di era  modern ini keberasilan pemilu sangat di pengaruhi oleh generasi milenial. Kenapa demikian, karena diera modern,hampir semua urusan manusia dikaitkan dengan teknologi.Seperti halnya generasi milenial adalah generasi yang selalu dikaitkan dengan teknologi yang serba digital dan modern. Teknologi merupakan alat yang digunakan calon legislative dan presiden untuk melakukan kampaye.Teknologi untuk kampaye yang digunakan sepertihalnya media sosial, karena penggunaan media sosial oleh generasi milenial mengalami peningkatan, misalnya Facebook mengalami kenaikan dari 81% pada 2017 menjadi 93% pada 2018, Instagram dari 54% pada 2017 menjadi  67% pada 2018, dan Youtube dari 43% menjadi 56,3% sehingga menjadikan generasi milenial dapat mengakses informasi menjadi gampang.
Sehingga para pemilih dapat memperoleh informasi, pemilih umum adalah warga negara Indonesia yang mempunyai hak suara pada saat pemilu, adapun pemilih milenial adalah warga negara Indonesia yang berusia antara 15-35 tahun sebelumnya belum mempunyai hak pilih, dan sebelunya belum termasuk pilih karena  ketentuan undang-undang. Jumlah pemilih milenial menurut ketua KNPI menyampaikan bahwa persentase saat ini sekitar 52 persen dari jumlah penduduk ini adalah jumlah yang sangat besar sehingga ini membuat keberasilan pemilu. Dan Ketua Umum (GP Ansor) Gus Yagut Cholil Qoumas juga menguatkan bahwa penentu keberhasilan Pemilu 2019 adalah generasi milenial.
Pengaruh negatif media sosial menyembabkan muncul berbagai masalah dari berbagai kelompok seperti halnya, menyebarkan hoaks yang digunakan untuk menjatuhkan lawannya hal ini membuat merenggangnya persatuan dan kesatuan. Kita boleh berbeda politik dalam pemilihan, tapipersatuan dan kesatuan  diutamakan. Jangan sampai perbedaan politik membuat saling curiga, menyebarkan hoaks, dan saling mencaci. Apalagi Indonesia merupakan negara yang memiliki landasan ideologi Pancasila, yang sila-sila dari Pancasila dapat mempersatukan ditengah perbedaan keyakinan, suku, budaya, dan bahasa. Bahkan, hingga saat ini Indonesia di segani dunia karena pesatuan dan kesatuan.Kita harus terus mengedepankan persatuan dan kesatuan karena semboyang kita di bawah cengkraman kaki burung Garuda yang begitu kuat yaitu Bhineka Tunggal Ika, maka persatuan dan kesatuan  harus begitu kuat.

Kesimpulan
Sebagai generasi milenial, kita harus memberikan dukungan positif bagi negara Indonesia tercinta. Kita adalah generasi penerus bangsa harus aktif dan berpartisipatif dalam proses politik, dan harus terus mengedepankan persatuan dan kesatuan walaupun kita berbeda pandangan politik.

Senin, 18 Februari 2019

AMANAT PEMBINA UPACARA


contoh amanat pembina upacara dalam rangka sumpah pemuda

Assalamu’alaikum wr.wb
Kepada segenap Bapak dan Ibu guru yang senantiasa kami hormati
Segenap siswa dan siswi, calon pemimpin bangsa yang selalu kami banggakan dan kami doakan

Mari bersama-sama kita meningkatkan syukur kepada Allah SWT.Atas ijin-Nya kita saat ini dapat bersama-sama memperingati momen penting dalam perjalanan bangsa kita, peristiwa besar yang melibatkan pemuda negara kita, yaitu peringatan hari sumpah pemuda.

Anak-anakku, delapan puluh delapan tahun yang lalu, tepat pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda bangsa kita bersepakat, kompak, seiya dan sekata untuk menyerukan sumpah setianya kepada bangsa ini. Sumpah para pemuda inilah yang menguatkan persatuan kita sebagai bangsa. Yang mengokohkan kita antar sesama warga negara untuk sama-sama membela dan meneguhkan keutuhan bangsa kita, bangsa indonesia.

Kita tentu masih ingat, masih lekat dalam sejarah yang kita baca. Peristiwa berkumpulnya anak bangsa ini menjadi tonggak sejarah perjuangan bangsa, yang kemudian kita kenal sebagai sumpah pemuda. Mereka menggelorakan sumpah bahwa 
“Kami putra dan putri indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa indonesia
Kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia”

Anak-anakku, sumpah para pemuda bangsa ini bak mantra mujarab luar biasa, ia mampu memantik dan menghidupkan asa warga negara, ia mengobarkan semangat juang untuk melawan penjajahnya. Ia menjadi simbol kesatuan atas keragaman kita.

Siswa-siswiku yang saya banggakan. Hari ini kita memiliki tugas mulia melanjutkan estafet semangat juang para pemuda pendahulu kita.Tugas untuk mengisi, membangun dan mendorong kemajuan bangsa kita. Tentu dengan cara dan bentuk yang mungkin tidak sama dengan para pendahulu kita. Kita harus melihat kenyataan bahwa hari ini kita sedang menghadapi kompetisi global yang meniscayakan tingginya persaingan.

Sebagai pemuda, kita harus meningkatkan etos kerja, produktif berkarya,serta giat membangun negara.Bangsa ini butuh pemuda-pemuda tangguh daya saingnya, teguh sikapnya serta sungguh-sungguh dalam hidupnya.

Seorang pemuda, bukanlah mereka yang hanya suka mencela, senang mengkritik tanpa solusi nyata. Pemuda adalah mereka yang menyokong dirinya agar berguna, bagi kemajuan negara dan bangsa.

Anak-anakku, betapa penting dan strategisnya peran pemuda bagi bangsa. Proklamator kemerdekaan bangsa kita, Ir. Soekarno menyebut pemuda adalah penopang kekuatan bangsa. Dengan gagah beliau mengatakan
“Beri saya seribu orang tua, akan kucerabut semeru dari akarnya, beri saya sepuluh pemuda, akan kuguncangkan dunia”
Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Thoyyibin, S.Pd

BODEN POWELL DAY

"Dengan langkah-langkah kecil, kita bisa menciptakan perubahan besar - pesan yang dipegang teguh oleh Gerakan Pandu Sedunia" Kamis...