Sabtu, 05 September 2015

INDIKATOR SOAL MID SEMESTER GASAL TP 1516


MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN PPKn
MGMP PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
KKMA 02 KABUPATEN JEPARA
Sekretariat : MA Masalikil Huda Tahunan Jepara
 


Hal    : PEMBERITAHUAN                                                   Jepara, 05 Agustus 2015
                  
           Yang terhormat,
Guru Pengampu Mapel PPKn
MA se-KKM 02 di naungan LP. Ma’arif  NU Kabupaten Jepara
                       

            Assalamu’alaikumWr. Wb.,

Diberitahukan dengan hormat, bahwa pelaksanaan kegiatan Ulangan Tengah Semester Gasal kelas X, XI, XII T.P. 2015/2016 akan dilaksanakan pada 03 - 12 Oktober 2015. Adapun materi kelas X, XI, XII menggunakan kurikulum 2006, kecuali Madrasah yang tetap menggunakan kurikulum 2013.  Dengan ketentuan Indikator soal/materi sebagai berikut ;

INDIKATOR  SOAL/MATERI PKN KELAS X KURIKULUM 2006
MID SEMESTER 1 TP 2015/2016
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Lingkup Materi/Contoh Pertanyaan
1.1  Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara


·   Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
·   Menjelaskan pengertian bangsa
·    Menganalisis  unsur-unsur  terbentuknya Negara
Bangsa dan negara
·   Hakikat manusia sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosial
·   Hakikat bangsa/bangsa ben anderson
·   Unsur-unsur terbentuknya Negara [konstitutif/deklartif]
-      Rakyat
-      Wilayah
-      Pemerintah yang berdaulat
-      Pengakuan dari negara lain/defacto/dejure
1.2  Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan 
·   Menganalisis  pengertian Negara
·   Mendeskripsikan asal mula terjdinya negara
·   Menguraikan pentingnya pengakuan oleh negara lain bagi suatu negara
·   Menganalisis  bentuk-bentuk kenegaraan
Negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
·   Hakikat negara /pasal 1 uud 45
·   Asal mula terjadinya negara/teori hokum alam/ dominion/koloni
·   Makna penting pengakuan suatu negara dari negara lain
·   Bentuk - bentuk kenegaraan
1.3  Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI
·   Menguraikan pengertian dan fungsi negara
·   Membandingkan berbagai teori tujuan Negara
·   Mendeskripsikan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
·   Pengertian NKRI sesuai dengan UU yang berlaku
·   Tujuan NKRI yang terdapat  dalam pembukaan UUD 1945
·   Fungsi negara

1.4  Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
·   Menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan
·   Mendeskripsi macam- macam nasionalisme
·   Menunjukkan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia

·   Semangat kebangsaan (nasionalisme dan patriotisme)
-      Makna nasio-nalisme
-      Makna patriotisme
·   Tata cara penerapan patriotisme dalam kehidupan
·   Chaufinismi, penerapan cinta tanah air
2.1  Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional

·   Mendeskripsikan pengertian hukum
·   Menentukan macam-macam penggolongan Hukum
·   Mendeskripsikan pengertian dan dasar hukum lembaga peradilan nasional

Sistem hukum dan lembaga peradilan
·   Pengertian hukum
·   Tata hukum Indonesia
·   Penggolongan hukum/tertulis/tidak tertulis/publik privat
·   Sumber hukum
·   Lembaga- lembaga peradilan
2.2  Menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan

·   Menguraikan perangkat lembaga peradilan
·   Menganalisis macam-macam lembaga peradilan
·   Menganalisis peranan lembaga peradilan
Lembaga Peradilan
·   Perangkat atau alat kelengkapan lembaga peradilan
·   Klasifikasi lembaga peradilan
·   Tingkatan lembaga peradilan
Peranan atau tugas dan fungsi lembaga peradilan
2.3  Menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku
·   Menunjukkan contoh sikap taat terhadap  hukum
·   Menganalisis macam-macam perbuatan yang bertentang dengan hukum
·   Menganalisis macam-macam sanksi sesuai hukum yang berlaku
Sikap yang sesuai dengan hukum
·   Perbuatan-2 yang sesuai dan yang bertentangan dengan hukum
·   Contoh perbuatan yg melanggar hukum beserta sanksinya
2.4  Menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

·   Mendeskripsikan macam-macam aturan tentang pemberantasan korupsi
·   Menganalisis macam-macam perbuatan yang berkategori korupsi
·   Menunjukkan contoh macam-macam tindak pidana korupsi yang telah dikenakan sanksi
Pemberantasan korupsi
·   Pengertian Korupsi
·   Dasar hukum pemberantas korupsi/uu no 20 tahun 2001
·   Klasifikasi perbuatan korupsi
·   Kasus korupsi yang telah dikenakan sanksi

2.5  Menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

·   Menunjukkan contoh sikap anti korupsi
·   Menganalisis macam-macam perbuatan anti korupsi
·   Manampilkan sikap anti korupsi
Peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia
·   Macam- macam Gerakan atau organisasi anti korupsi
·   Contoh peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak korupsi
·   Sikap diri anti korupsi


INDIKATOR SOAL/MATERI PKN KELAS XI KURIKULUM 2006
MID SEMESTER 1 TP 2015/2016
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Lingkup Materi/Contoh Pertanyaan
1.1  Mendeskripsikan pengertian budaya politik
·         Pengertian budaya politik
·         Komponen budaya politik menurut Almond dan Powell
·           Faktor penyebab berkembangnya budaya politik di daerahnya ( Pendidikan,Budaya )
·           Menyimpulkan budaya politik yang berkembang di masyarakat
·   Pengertian budaya politik
·   Oreintasi kognitif ,afektif dan evaluatif
·   Faktor pendorong lahirnya budaya politik


1.2  Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia
·           Tipe-tipe budaya politik Parokial,Subjek,dan Partisipatif
·           Mendeskripsikan tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia menurut para ahli
·           Menyimpulkan dampak perkembangan tipe politik sesuai dengan perkembangan sistem politik yang berlaku
·   Tipe-tipe budaya politik
·   Model budya politik menurut Muhtar
  Masud/andrews
·   Penggolongan budaya politik.Herbert Feith  
·   Clifford Greertz, ciri budaya politik
   Afan Ghafar.Budaya Politik dalam pelak
   sanaan demokrasi Pancasila.
1.3 Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi   pengembangan budaya politik
·           Mendeskripsikan makna sosialisasi kesadaran politik mengidentifikasikan fungsi partai politik
·           Menguraikan mekanisme sosialisasi budaya politik
·   Pengertian sosialisasi
·   Metode dalam sosialisasi
·   Manfaat sosialisasi politik
·   Agen agen sosialisasi politik


1.4 Menampilkan peran serta budaya politik partisipan
·           Memberikan contoh budaya politik parokial, kaula dan partisipan usahakan contoh yang sedang terjadi/update
·           Menunjukkan budaya politik yang bertentangan dengan semangat  pembangunan politik bangsa
·           Memberikan contoh budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
·           Menunjukkan contoh budaya politik partisipasi siswa di sekolah
·   Budaya politik partisipan
·   Bentuk- bentuk budaya politik partisipan
·   Contoh perilaku berperan aktif dalam politik
  di lingkungan sekolah dan masyarakat

2.1  Mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi
·           Menjelaskan perbedaan antara demokrasi leberal, komunis dan demokrasi Pancasila
·           Mendeskripsikan prinsip- prinsip demokrasi
·           Menjelaskan makna budaya demokrasi
·           Menjelaskan  tentang prinsip budaya politik
·   Pengertian demokrasi
·   macam macam demokrasi
·   Prinsip prinsip demokrasi di Indonesia
·   Pengrtian budaya demokrasi
2.2  Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani 
·           Mendeskripsikan pengertian masyarakat madani
·           Mengidentifikasikan ciri- ciri masyarakat madani
·           Menjelaskan  proses menuju masyarakat madani ala Indonesia
·           Menguraikan kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani
·           Menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani ala Indonesia
·   Masyarakat madani 
·   Pengertian masyarakat madani (civil society), >Ciri-ciri masyarakat madani
·   Peran masyarakat madani dalam pemerintahan
·   Sejarah awal lahirnya masyarakat madanii
·   Contoh kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam bidang pendidikan




  
INDIKATOR SOAL/MATERI PKN KELAS XII KURIKULUM 2006
MID SEMESTER 1 TP 2015/2016
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Lingkup Materi/Contoh Pertanyaan
1.1 Mendeskripsi kan Pancasila sebagai ideologi terbuka
·     Mengemukakan rumusan Pancasila sebagai dasar negara
·     Menguraikan fungsi Pancasila
·     Mengemukakan makna Pancasila sebagai dasar negara
·     Membedakan ideologi terbuka dan ideologi tertutup
·        Mendeskripsikan makna Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila sebagai ideologi terbuka
·     Pengertian idiologi/Dr Alvian/Antonie destat de tracy/dimensi idiologi
·     Rumusan pancasila/sidang BPUPKI ke satu dan dua
·     Fungsi pokok Pancasila
·     Pancasila sebagai dasar negara/pasal terkait kebebasan beragama
·     Pemahaman ttg idiologi terbuka dan idiologi tertutup  dan Pancasila sebagai ideologi terbuka
1.2  Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan
·     Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai.
·     Mendeskripsikan Pancasila sebagai paradigma pembangunan.
Nilai-nilai Pancasila
·     Pengertian nilai menurut kamus ilmiah populer / nilai menurut Notogegoro
·     Pancasila sebagai sumber nilai/pemahaman ttg nilai – nilai pancasila
·     Nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis
·     Pemahaman ttg Pancasila sebagai paradigma pembangunan dalam berbagai aspek  kehidupan
·     Pahami hakekat idiologi Liberalis, sosialis dan pancasila
1.3 Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka
·     Menunjukkan sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila
·     Menemukan cara bersikap positif yang sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka.
·     Contoh-contoh preilaku yang baik
·     Perilaku yang sesuai nilai- nilai Pancasila
·     Sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka



Demikian pemberitahuan ini kami, atas perhatiannya ucapkan terima kasih.        
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Pengurus MGMP PPKn
KKMA 02 Kabupaten Jepara
ttd                                                                    ttd

M. RUSDI, S.Pd                                        THOYYIBIN, S.Pd
     Ketua                                                               Sekertaris











Sabtu, 15 Agustus 2015

GERAKAN PRAMUKA DALAM KURIKULUM 2013



RASIONALISASI GERAKAN PRAMUKA DALAM KURIKULUM 2013
Oleh Thoyyibin, S.Pd  (Pembina Pramuka MA Mathalibul Huda Mlonggo)

1.  Hakekat Kepramukaan
Gerakan Pramuka yang diresmikan berdirinya pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan kesinambungan gerakan kepanduan nasional Indonesia yang bertujuan menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggungjawab serta mampu mengisi kemerdekaan Indonesia.
Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan kepramukaan, sasaran akhirnya adalah terbentuknya watak kepribadian dan akhlak mulia.
Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku dan agama, yang menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.
2.  Kepramukaan sebagai sistem pendidikan
Pendidikan kepramukaan juga bertumpu pada empat sendi atau “soko guru”, yaitu :
a.       Belajar mengetahui (learning to know);
Untuk memiliki pengetahuan umum yang cukup luas dan dapat bekerja secara mendalam pada berbagai hal. Ini juga mencakup belajar untuk mengetahui, agar dapat memanfaatkan peluang-peluang pendidikan sepanjang hidup;
b.      Belajar berbuat (learning to do);
Bukan hanya untuk memperoleh kecakapan/keterampilan kerja, melainkan juga untuk memiliki keterampilan hidup yang luas, termasuk hubungan antar pribadi dan hubungan antar kelompok;
c.       Belajar hidup bersama (learning to live together);
Bntuk menumbuhkan pemahaman orang lain, menghargai saling ketergantungan, keterampilan dalam kerja kelompok dan membereskan pertentangan-pertentangan, serta menghormati sedalam-dalamnya nilai-nilai kemajemukan (pluralisme), saling pengertian, perdamaian dan keadilan;
d.      Belajar menjadi seseorang (learning to be);
Agar dapat lebih mengembangkan watak, serta dapat bertindak mandiri, berpendapat dan bertanggungjawab pribadi yang makin besar.
Kegiatan – kegiatan pramuka
3.  Pramuka wajib dikurikulum 2013
Gerakan Pramuka merupkan  salah satu wadah dan usaha pembinaan generasi muda, yaitu anak - anak dan pemuda yang berusia 7 sampai 25 tahun, dengan menggunakan prinsip dasar pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia, "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.
Mengapa kegiatan Pramuka diwajibkan di kurikulim 2013? Pendidikan dan materi kegiatan kepramukaan memiliki konsep dasar pendidikan dan karakter tersendiri, latihan praktik di alam terbuka menjadi ciri khas dengan konsep satuan terpisah putra dan putri menunjukan kesamaan nilai-nilai agama Islam dan konsep belajar sambil bermain . Dengan konsep yang berbeda dan khas ini pramuka dapat membentuk sikap mental bahkan karakter seseorang mengarah pada terbentuknya watak kepribadian dan akhlak mulia.
Pramuka wajib di setiap sekolah, melalui pramuka NKRI akan terjaga secara utuh," kata M Nuh dalam pendidikan formal akan dibuat segitiga utuh yaitu kurikuler (pengetahuan), ekstrakurikuler (ketrampilan), dan ko-kurikuler (sikap). Sehinga kegiatan pramuka menjadi sangat penting dalam rangka membantu membentuk karakter siswa (cerdas, krsatif, disiplin, dan bertanggungjawab) selain itu  pramuka mengajarkan nilai leadership, kebersamaan, dan sudah menjadi bukan hanya fenomena Indonesia tetapi juga dunia,
Menjadi wajib diikuti siswa disekolah mengapa? dalam perkembangan zaman yang begitu pesat gerakan pramuka terlihat kesulitan dalam menyesuaiakan materi-materi kepramukaan, banyak orang mengatakan kalau pramuka itu ”kuno” sukanya hanya tepuk-tepuk tapi sebenarnya tidak demikian, ada nilai yang lebih dari pada itu misalnya latihan Baris - berbaris menunjukkan kepemimpinan, kedisiplinan, kebersamaan, tanggungjawab dll.  Mencari tanda jejak memberi kecerdasan, kecakapan dan untuk mempertahnkan diri di alam. Semboyan sebagai penyampaian informasi dikatakan tidak berguna lagi sekarang ada handphon apa yang didapat dari latihan itu kecerdasan, kecakapan dalam berbagai alat komunikasi dandsdsa selain itu kemmampuan ini akan sangat berguna apabila orang dalam kondisi yang tidak biasa misal kecelakaan laut atau terjadi bencana dimana alat elektronik tidak berfungsi maka kecakapan mempertahankan diri dan memberi tanda atau informasi sangat diperlukan.

4.  Pramuka sebagai pemimpin
Peningkatan citra pramuka yang paling efektif adalah penampilan sehari-hari anggota pramuka sendiri, baik secara perorangan maupun secara berkelompok. Penampilan yang rapi, disiplin, siap menolong dan mandiri, yang merupakan manifestasi Satya dan Darma Pramuka, akan jauh lebih besar dampaknya.
Penampilan berpakaian seragam Pramuka harus rapi dan tertib. Sikap pun harus tegap, menampakkan jatidiri sebagai pramuka. Pakaian seragam pramuka dikenakan pada waktu melakukan kegiatan atau acara kepramukaan. Ketentuan-ketentuan ini sering dilupakan atau tidak diperhatikan, sehingga pemakaian seragam menjadi sembarangan. Di Gerakan Pramuka telah diatur dengan Petunjuk Penyelenggaraan tentang Seragam Pramuka. Seragam Pramuka memiliki nilai histories, dimana penggunaan warna coklat muda dan coklat tua mengingatkan para pramuka akan pakaian yang digunakan oleh pejuang-pejuang kita di masa revolusi yang lalu dan seragam ini dipakai untuk menanamkan jiwa pratiotisme yang besar dikalangan Pramuka.
Mestinya disaat memakai seragan pramuka beserta atributnya dapat menjadikan seseorang lebih percaya diri, lebih mantap dalam menjalankan tugas dan kegiatan, serta dapat menjaga dan memberikan image yang baik bagi lingkungan dan dirinya sendiri. Sebaliknya ketika etika berseragam pramuka ini nampak mulai diabaikan, maka akan nampak terkesan apa adanya, asal tempel dan asal ngetrend dll.
Pramuka itu seorang pemimpin yang menjadi teladan bagi yang lainnya. Karenanya kepemimpinan yang baik akan diawali dengan cara berpakaian seragam pramuka yang baik dan benar. seorang pramuka sejati sesuai dengan kode moral Dasa Darma dan kode janji Tri Satya pramuka membutuhkan proses yang berkesinambungan dari tingkat pramuka siaga hingga pramuka pandega.
Seorang pramuka siap jadi pemimpin mengapa ? karena pramuka di didik dengan berbagai metode salah satunya adalah dengan system berkelompok / dibentuk satuan-satuan kecil yang terdiri dari 5-10 orang dimana setiap kelompok atau satuan itu memiliki pemimpin yang bertanggung jawab atas anggotanya. Sehingga pramuka terbiasa menjadi pemimpin yang mana kebiasaan itu akan menjadi dasar mereka dalam bertindak baik dalam satuan maupun dalam kehidupannya nanti di masyarakat.
5.  Penutup
Gerakan pramuka selalu berdaya upaya untuk menguasai dan mengendalikan segala yang baik bagi diri sendiri, masyarakat, Bangsa dan Tanah Air, sebagai pemimpin seorang pramuka harus bisa menjadi teladan bagi orang lain dan harus berpedoman pada TRI SATYA dan satu petunjuk jalan yaitu DASA DHARMA.  Sedangkan penerapan materi pramuka dapat disesuaiakan dengan kondisi masyarakat saat ini, tergantung bagaiamana berkreasi dan berinovasi dalam penerapannya. Sikap dan prilaku yang sesuai dengan satya dan darma pramuka sebagai pijakan dalam menjalankan semua kegiatan pramuka dan kehidupan sehari-hari.
Salam pramuka..

Selasa, 26 Mei 2015

NARAKARYA II Menjadi Pembina Pramuka Yang Handal


NARAKARYA II
MENJADI PEMBINA PRAMUKA YANG HANDAL

Thoyyibin, S.Pd

Assalamualaikum Wr. Wb.
SALAM PRAMUKA
Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan seluruh anugrahnya kepada kita semua. Sholawat serta Salam kita haturkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang memberikan keselamatan bagi umatnya didunia maupun akhirat.
Kegiatan Kursus Mahir Lanjutan Penggalang dan Penegak Kwartir Cabang Jepara Tahun 2014 diikuti oleh Pembina - pembina dari pangkalan / sekolah MA/SMA/SMK swasta maupun negeri se-Kabupaten Jepara. MA Mathalibul Huda Mlonggo sebagai salah satu yang mengirimkan dua peserta yaitu Thoyyibin (KML Penegak) dan Muhammad Rendi (KML Penggalang) kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad s/d Jum’at tanggal 2126 Desember 2014, Ahad jam 07. 3s/d Jum’at  Jam 11.00 WIB di  bumi Perkemahan Pakis Adhi Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara.
Tujuan KML adalah untuk memberi bekal pegetahuan lanjutan dan pengalaman praktis bagi pembina pramuka dalam satuan pramuka yakni Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega. Dengan demikian harapannya lulusan KML dapat menjadi pembina yang handal dan berkualitas tinggi dibuktikan dengan Narakarya II yang telah disusun, adapun narakarya II dapat di download berikut ini mudah-mudahan dapat membantu kakak-kakak yang membutuhkan.
1.      Narakarya II Cover click 1
2.      Narakarya II BAB I Pendahuluan  click 2
3.      Narakarya II BAB II Laporan Pelaksanaan 1 Inti click 3
4.      Narakarya II BAB II Laporan Pelaksanaan 2 Administrasi click 4
5.      Narakarya II BAB II Log, Notulen dll click 5
6.      Narakarya II BAB III Penutup click 6
7.      Daftar isi dan lampiran click 7

Baca Lanjutan...........
Membina adalah tugas pokok seorang pembina Pramuka yang dilaksanakan secara sukarela dan terus-menerus. Oleh karena pendidikan kepramukaan itu tujuan akhirnya adalah watak --yakni watak manusia Indonesia yang bemoral Pancasila-- maka pembinaan itu harus benar-benar dirasakan oleh setiap individu Pramuka. Pembinaan individu tidak akan berhasil kalau dilaksanakan secara paksa dan massal.
Membina sendiri artinya melaksanakan upaya pendidikan, baik formal maupun nonformal secara sadar, berencana, terarah, teratur, dan penuh tanggung jawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing, dan mengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh, serta selaras. Membina juga dilakukan dengan menambah pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bakat, kecenderungan/keinginan serta kemampuan-kemampuan. Pramuka, sebagai bekal untuk selanjutnya atas prakarsa sendiri menambah, meningkatkan, dan mengembangkan diri di lingkungan sesamanya, maupun lingkungan masyarakat. Dengan demikian diharapkan tercapai martabat, mutu, dan kemampuan manusiawi yang optimal dan pribadi yang mandiri.
Syarat yang perlu dimiliki oleh pembina Pramuka antara lain, (1) Setuju terhadap Anggaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka; (2) Seorang yang kuat keyakinan agamanya; (3) Mengerti, berpedoman, bertindak sesuai dengan Pancasila, seperti tercantum dalam UUD 1945 serta setia terhadap UUD 1945 dan Pancasila; (4) Seorang yang berkemauan kuat, berkemampuan memadai, mau dan mampu membina serta bergerak di lingkungan anak; (5) Sopan, ramah, dan berpendirian tegas, serta memiliki kesabaran; (6) Mempunyai kemauan dan kemampuan untuk selalu menambah pengetahuan anak didik; (7) Dapat mengikuti perkembangan suasana sekitarnya, masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat seluruh tanah air Indonesia, dan perkembangan dunia; (8) Sanggup menyediakan waktu untuk tugas membina; (9) Mempunyai banyak bahan-bahan dalam cerita, permainan, dan nyanyian; (10) Mempuyai kecakapan untuk membina; (11) Mau dan mampu meng-up grade diri, misalnya mengikuti kursus-kursus yang diselenggarakan Kwartir Cabang, Kwartir Daerah, maupun Kwartir Nasional, tingkat mahir, aplikasi, maupun ahli; (12) Mau menerima saran dan pendapat, meskipun dari seorang yang lebih muda usianya; (13) Mempunyai kecakapan praktis dan teknis dalam bidang kepramukaan; (14) Mempunyai tabiat/riwayat hidup yang baik untuk dapat diserahi tugas dan tanggung jawab memimpin anak-anak; (15) Harus gemar akan hidup di alam terbuka (dalam perkemahan); (16) Harus mempunyai sifat-sifat yang ada pada seorang guru atau pendidik; (17) Harus berpandangan luas, tidak sempit, atau picik; (18) Banyak kreasi, variasi, dan inovasi; (19) Dan tidak tersangkut dalam organisasi terlarang.***


Sebagian dikutip dari ; http://khalidie-kepramukaan.blogspot.com/2011/05/menjadi-pembina-pramuka-yang-baik.html

Sabtu, 23 Mei 2015

Materi pokok UKK PPKN Kelas X Kur 13 dan Kelas XI..1415


MATERI POKOK UKK PPKN KELAS X 1415 KURIKULUM 2013

1.      Pengertian Hukum, penggolongan hukum, sumber hokum, pahami Hukum public, pengadilan negeri, pengadilan tinggi, mahkamah agaung
2.      Pengertian Penduduk, Warga Negara, Bukan warga Negara, apatride, bi patride, cara memperoleh kewarganegaraan, syarat memeperoleh kewarganegaraan
3.      Pemahaman, Pengertian dan indicator ketercapaian Integrasi nasional, Semboyan sebagai wujud dari komitmen keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbagsa, dan bernegara
4.      Pahami ancaman terhadap Negara militer non mliter, nilai – nilai pancasila
5.      Hambatan dan gangguan dalam membangun integrasi nasional baik dari dalam maupun dari luar, landasan idiil, konseptual dll
6.      Pengertian bangsa, arti kata geopolitik, gagasan wawasan nusantara, arah pandang kedalam dan keluar wawasan nusantara serta pemahaman makna, kedudukan wanus Ruang lingkup dan cakupan Wawasan Nusantara yang tercantum dalam TAP MPR No. IV Tahun 1973, unsur dasar konsepsi wanus
7.      Dilihat dari aspek geografis, negara Indonesia memiliki keunikan, sikap berbangsa  dan bernegara yang dapat dilakukan oleh pelajar, dan masyarakat





MATERI POKOK UKK PKN KELAS XI 1415

1.      Pengertian Hubungan Internasional, arti pentingnya kerja sama  internasional antar bangsa,
2.      Sarana hubungan internasional Menurut J. Frankel, pengertian pejanjian inernasional dan istilah-istilah, tahap – tahap perjanjian internasional, pasal uud yang mengatur tentang perjanjian internasional
3.      Struktur dan fungsi Perwakilan Diplomatik dan perwakilan konsuler,
4.      Organisasi internasional ILO, WHO, FAO, IMF, UNESCO
5.      PBB dan ASEANfungsi dan  tujuan masing masing organisasi, Manfaat yang dapat diperoleh dari perjanjian internasional bagi bangsa Indonesia
6.      Pengertian hokum Internasional menurut Mochtar Kusumatmadja, Internasional public, Hukum perdata Internasional
7.      Asas hukum Internasional menurut Resolusi Majelis Umum PBB No 2.625 Tahun 1970, sumber hokum internasional, maksud dari Courtesy, Deklamasi, subjek hokum internasional
8.      Fungsi, kedudukan, kendala dan peranan utama Mahkamah Internasional, kewenangan mahkamah internasional, perbedaan panel khusus dan panel spesial
9.      Penyebab timbulnya sengketa dan penyelesaian sengketa Internasional

10. Asas untuk menetapkan Keputusan Pengadilan Internasional atas dasar keadilan dan kebaikan sering disebut Ex Aequo et Bono, sikap positif negara yang mematuhi keputusan Mahkamah Internasional 

Cerdas mencari peluang di media sosial

  *Hakikat Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media sosial (atau mediasosial) didefinisikan sebagai pelantar atau   platform  ...