Selasa, 02 Mei 2017

Makna Penting Hari Pendidikan Nasional


1.    Memahami Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.
Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani ("di belakang memberi dorongan"), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa - jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.


2. Makna Penting Hari Pendidikan Nasional
Setiap tahun bangsa Indonesia, khususnya dunia pendidikan memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS). Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) diperingati antara lain untuk mengenang jasa Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita kenang dan hargai. Selain itu peringatan Hardiknas diharapkan tidak hanya sebagai kegiatan seremonial belaka, akan tetapi juga dapat menjadi wahana untuk mengintropeksi dan memikirkan kembali semua aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan ke depan. 
perlu kita renungi ada 3 makna penting setiap kita memperingati hari besar nasional termasuk hardiknas tahun ini, yaitu : pertama, terkait dengan momentum untuk merenungkan dan merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah dilalui. Ini terkait dengan cita-cita awal lahirnya HARDIKNAS, sebuah cita-cita yang saat itu dicirikan dengan semangat kepahlawanan, semangat kesediaan diri untuk memberikan lebih dari kewajibannya, dan untuk menerima kurang dari hak-haknya, disertai dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan, yang insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan lebih. Semangat itu dalam konteks kekinian saat ini, kiranya masih relevan untuk selalu dikumandangkan, terutama dalam kondisi bangsa seperti saat ini. Kedua, upaya didalam mengintropeksi diri dari apa yang sedang kita lakukan didalam menjalankan berbagai program pendidikan saat ini untuk menatap masa depan yang lebih baik, dalam menjamin pelayanan pendidikan secara non-discriminative kepada semua anak usia sekolah Indonesia di manapun mereka tinggal, sehingga sebuah cita-cita luhur saat digagasnya peringatan HARDIKNAS, bisa terus terjaga. Makna ketiga, adalah bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah dan sedang dilakukan untuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana dicantumkan dalam konstitusi kita serta diamanatkan pula dalam sistem perundangan, dalam upaya mencerdaskan bangsa secara utuh. Pada titik ini, maka HARDIKNAS bukan hanya diperingati untuk kegiatan seremonial belaka, tapi justru untuk lebih memompa semangat. Peringatan HARDIKNAS harus terus menerus dikumandangkan dan dilakukan rekontekstualitas sesuai dengan masanya, karena itulah tidak berlebihan jika momentum HARDIKNAS kali ini juga harus bisa memberikan makna lebih, tidak hanya sebatas pada memperingatinya secara seremonial.
  


Sumber;
http://disdik.kuansing.go.id/323/20100525/3-makna-penting-peringatan-hardiknas-2010/

Sabtu, 22 April 2017

Ratu Kalinyamat Putri Asli Jepara (sudut pandang)


Ratu Kalinyamat
Sudut pandang pemaknaan "Tapa Wuda/Tapa Telanjang"

Kisah tentang Ratu Kalinyamat melakukan "Tapa Wuda" atau bertapa dengan cara telanjang tentu sudah banyak kita dengar karena selain kisah itu diceritakan dalam naskah babad, cerita inipun sangat dikenal dikalangan masyarakat banyak.
Kisah tentang Ratu Kalinyamat yang melakukan Tapa Wuda Bersinjang Rikma (bertapa telanjang dan hanya menutupi dirinya dengan rambut panjangnya) ini disebabkan oleh perasaan kecewa dan dendam dari Ratu Kalinyamat atas pembunuhan terhadap Kakandanya, Sunan Prawata yang saat itu menjadi Sultan Demak dan juga pembunuhan terhadap suaminya, Pangeran Hadiri.
Ratu Kalinyamat beranggapan bahwa Adipati Djipang, Arya Penangsang lah yang seharusnya bertanggung jawab atas peristiwa pembunuhan pembunuhan tersebut.
"Benarkah Ratu Kalinyamat telah melakukan Tapa Wuda ?"
Kenapa kita tidak memaknai kisah itu dengan pengertian yang lain. Mungkin Ratu Kalinyamat memang telah didera perasaan kecewa dan dendam atas terbunuhnya kakanda dan suaminya sehingga Ratu Kalinyamat telah memutuskan untuk bertapa, "Mengasingkan diri".
Sedang ungkapan Wuda / Telanjang mungkin saja mempunyai makna bahwa Ratu Kalinyamat ingin menelanjangi diri atau melepaskan diri dari segala kebesaran dan simbol simbol kebangsawanannya mengingat Ratu Kalinyamat adalah putri dari Sultan Trenggana dan juga sebagai penguasa di wilayah Kalinyamatan.

Dengan cara mengasingkan diri serta melepaskan segala simbol kebesarannya inilah mungkin Ratu Kalinyamat ingin menunjukan keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi sekaligus sebagai bentuk protesnya atas ketidak adilan yang diterimanya.
Terasa aneh rasanya kalau Ratu Kalinyamat yang seorang bangsawan dan juga sorang muslim yang sholehah bahkan suaminyapun, Pangeran Hadiri adalah muslim yang taat yang konon merupakan keturunan bangsawan sekaligus ulama dari Aceh telah memilih untuk melakukan tapa telanjang, ... telanjang dalam arti sesungguhnya.

Selebihnya Ratu Kalinyamat adalah sosok wanita perkasa serta seorang pemimpin yang cakap dalam memajukan wilayah kekuasaannya.
Dimasa pemerintahan Ratu Kalinyamat, Jepara sangatlah maju secara perekonomian sehingga Jepara mampu mensejahteraan rakyatnya. Kemajuan perekonomian Jepara tak terlepas dari kecakapan Ratu Kalinyamat dalam mengembangkan dan memajukan pelabuhan Jepara sebagai salah satu pelabuhan laut yang besar dan ramai di wilayah pesisir utara karena pelabuhan Jepara banyak disinggahi oleh kapal kapal para pedagang.

Dalam hal kekuatan pasukannya, Jepara dibawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat ternyata mampu membangun sebuah kekuatan pasukan yang melegenda. Bahkan Ratu Kalinyamat sendiri adalah seorang pemimpin wanita yang mempunyai keberanian yang mengagumkan serta tak kalah dari para penguasa/Adipati wilayah lainnya.

Hal ini dibuktikan bahwa Jepara dibawah kendali Ratu Kalinyamat pernah dua kali mengirimkan armada perangnya dalam jumlah yang besar untuk berperang melawan Portugis yang dalam hal ini Ratu Kalinyamat menganganggap bahwa Portugis adalah satu kekuatan yang dapat mengancam kedaulatan wilayah Jepara dan wilayah nusantara lainnya.
Pengiriman armada Jepara yang pertama adalah saat Ratu Kalinyamat mengirimkan pasukannya membantu Kasultanan Johor dan yang kedua adalah membantu Kasultanan Aceh. Memang kedua pengiriman armada perang Jepara ini tidaklah berhasil atau gagal, tapi setidaknya itu menunjukan betapa berkuasanya dan betapa pemberaninya Ratu Kalinyamat dalam menghadapi pasukan asing yang dianggap akan menguasai wilayah nusantara.
Portugis sendiri pada masa itu memang tengah gencar melakukan ekspansinya ke seluruh pelosok semenanjung Asia tak terkecuali ke wilayah Nusantara.

Oleh keberaniannya inilah, pengelana sekaligus sejarawan Portugis, De Couto dalam bukunya "De Asia" telah menjuluki Ratu Kalinyamat dengan "Reinha De Jepara, Senhora Panderosa a Rica" (Ratu Jepara, seorang Perempuan yang Kaya dan berkuasa), dan bahkan catatan pemerintah Portugis Ratu Kalinyamat digelari sebagai "De Kranige Dame" (Seorang Perempuan Pemberani).

Oleh catatan itulah, terlepas dari persoalan tentang kisah Ratu Kalinyamat yang melakukan tapa telanjang, ternyata dimasa sekitar 475 tahun yang lalu di Bumi Nusantara telah hadir seorang perempuan yang perkasa dan pemberani serta seorang perempuan yang telah mempunyai sikap perlawanannya terhadap kekuatan asing yang ingin menguasai bumi Nusantara.

Sosok dan perjuangan Kangjeng Ratu Kalinyamat ini mungkin saja menggambarkan satu sosok perempuan yang inspiratif layaknya seorang Kartini, bahkan Ratu Kalinyamat sendiri telah hadir jauh sebelum Pahlawan Wanita Indonesia RA Kartini lahir. Dan entah apa karena kebetulan belaka, Ratu Kalinyamat adalah Penguasa Jepara dimasa lalu sedang RA Kartini juga berasal dari Jepara.


**"Selamat Hari Kartini" **


Semangat bagi perempuan Indonesia. Sukses dalam berkarir namun jangan lupakan kodratmu sebagai seorang Wanita.

Sabtu, 11 Februari 2017

Materi kisi - kisi USBN PPKN SMA/MA/SMK Kurikulum 2013


Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun tahun pelajaran 2016/2017 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal tanggal 20 Maret 2017 untuk sekolah Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pelaksanaan USBN ini lebih dahulu dari pada UN 2017. Meskipun USBN belum setenar UN namun tetap harus diperhitungkan, karena nilainya juga akan menentukan kelulusan dari peserta didik.silahkan anda download Materi Kisi - kisi USBN PPKN Kurikulum 2013.. DISINI

Ini adalah materi singkat yang kami susun dari berbagai sumber,ingat anda tetap harus membaca dari sumber lain. Mudah mudahan materi ini membantu anda semua.

Senin, 30 Januari 2017

INFO HASIL MGMP PKN 2017


MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN PPKn
MGMP PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
KKMA 02 KABUPATEN JEPARA
Sekretariat : MA Masalikil Huda Tahunan Jepara
 


Hal    : PEMBERITAHUAN                                         Jepara, 28 Januari 2017
                  
           Yang terhormat,
Guru Pengampu Mapel PPKn
MA se-KKM 02 di naungan LP. Ma’arif  NU Kabupaten Jepara
                  
          Assalamu’alaikumWr. Wb.,
Diberitahukan dengan hormat, bahwa pelaksanaan kegiatan Ulangan MID Semester Genap kelas X, XI dan Semester Kelas XII TP. 1617 rencana akan dilaksanakan tanggal 4 s/d 11 Maret 2017 dengan ketentuan Materi PKN sebagai berikut :

A.   MATERI KELAS X Kurikulum 2006
Materi kelas X Bab 4 : Dasar negara dan konstitusi, Substansi konstitusi Negara, Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia, perkembangan konstitusi Indonesia dan Bab 5 : Warga negara dan pewarganegaraan,  berpedoman pada 2 buku paket  Erlangga penyusun (Bambang Suteng) kurikulum 2006 dan LKS Ma’arif Jepara. Penyusun Soal Ibu Khusnizar Ardiani S.Pd

B.   MATERI KELAS XI kurikulum 2006
Materi kelas XI Bab 4 Hubungan Internasional dan organisasi internasional pedoman buku paket Erlangga (Bambang Suteng) kurikulum 2006 dan LKS Ma;arif  Jepara.  Indikator soal dapat dicopi di halaman berikutnya. Penyusun Soal Bapak Ubaidillah, SH, S.Pd

C.   MATERI KELAS XII kurikulum 2006
Materi Semester / Pra UM masih menggunakan standar Ujian Madrasah dengan berpedoman pada SKL tahun lalu atau copi di halaman berikutnya.
Untuk kisi-kisi USBN PKN dapat di download di SINI

D.   INFO HASIL MGMP RABU, 25 JANUARI 2017
Hasil musyawarah guru mata pelajaran PKN memutuskan ;
1.     Memperbaharui lagi data Guru pengampu PKN di masing – masing Madrasah (bebrapa madrasah mengalami perubahan)
2.     Menguatkan tali persaudaraan dan silaturrahim seluruh guru pengampu PKN dilingkungan KKMA 02 Jepara.
3.     Semua anggota di mohon masuk / daftar pada grup WA ‘‘MGMP PKN’’ (yang belum masuk bisa daftar kepada ketua MGMP Bapak RUSDI, S.Pd; 089-9286-935)
4.     Penyusun soal untuk UKK / Semester Genap 2016 adalah ;
a.     Kelas X Bapak KHOIRUL TRI WIDODO, S.Pd
b.     Kelas XI Bapak HAFIDZ ABDUL MUJIB
Penyetoran soal dilaksanakan 1 bulan sebelum pelaksanaan Tes Semester 2016/2017.

Demikian pemberitahuan ini kami, atas perhatiannya ucapkan terima kasih.  
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,


Pengurus MGMP PPKn
KKMA 02 Kabupaten Jepara
ttd                                                                    ttd

M. RUSDI, S.Pd                                        THOYYIBIN, S.Pd
Ketua                                                               Sekertaris



KELAS XI
INDIKATOR SOAL MID SEMSTER GENAP
TAHUN PELAJARAN  2016/2017

1.     Pengertian Hubungan Internasional, pola, arti penting, sarana dan manfaat  hubungan internasional, .
2.     Strategi pelaksanaann politik luar negeri bebas aktif (artinya) dan landasan hukum/UUD 1945 pasal.
3.     Pengertian perjanjian internasional menurut ahli, istilah – istilah, Penggolongan dalam perjanjian maksud dari Law making treaties  dan treatis contrac.
4.     Tahapan perjanjian internasional, pasal yang terkait dengan perjanjian internasional, berahirnya perjanjian internasional, pact sunt servanda
5.     Perwakilan Negara dinegara lain diplomatik dan konsuler, tugas, fungsi, struktur dan hak.
6.     PBB dan ASEAN. Sejarah singkat, tujuan, struktur, organisasi dibwah PBB, serta manfaat Indonesia menjadi anggota PBB dan ASEAN.



KELAS XII
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN kurikulum 2006
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

NO
STANDAR KOMPETENSI
KEMAMPUAN YANG DIUJI
1
Memahami hakikat bangsa dan negara kesatuan RI
ü  Menyebutkan unsur-unsur terbentuknya Negara
ü  Menyebutkan tujuan negara kesatuan RI
ü  Menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan
2
Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan dan perlindungan Hak Asasi Manusia
ü  Menjelaskan pengertian dan macam2 HAM
ü  Menyebutkan landasan hukum HAM di Indonesia
ü  Menunjukkan bentuk pelenggaran HAM Internasional

3
Menganalisis hubungan dasar Negara dengan konstitusi
ü  Menjelaskan penegertian dasar Negara
ü  Menjelaskan pokok pikiran yang terdapat dalam pemb UUD 1945
ü  Menjelaskan makna tiap alenia yang terdapat dalam pemb UUD 1945
4
Menganalisis budaya politik di Indonesia
ü  Menyebutkan tipe-tipe budaya politik
ü  Mengidentifikasi fungsi partai politik
ü  Menunjukkan contih budaya politik parokial, kaula dan partisipan
5
Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
ü  Mengidentifikasi macam2 keadilan
ü  Menjelaskan pentingnya keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
ü  Menunjukkan contoh penyelenggaraan pemerintah yang transparan
6
Menganalisis hubungan internasional dan organisasi internasional
ü  Menjelaskan pentingnya hub Internasional
ü  Menyebutkan tahapan perjanjian internasional
ü  Mengidentifikasi bentuk kerjsm Indonesia dg negara lain
ü  Menyebutkan tingkat perwakilan diplomatik
7
Menampilkan sikap positif terhadap pancasila sebagai idiologi terbuka
ü  Membedakan idiologi terbuka dan idiologi tertutup
ü  Menjelaskan makna pancasila sebagai idiologi terbuka
ü  Menjelaskan proses perumusan pancasila sebagai dasar Negara
ü  Membedakan fungsi pokok pancasila sebagai dasar negra dan idiologi Negara
ü  Menjelaskan pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan
ü  Menunjukkan cara bersikap positif yang sesuai dengan pancasila sebagai idiologi terbuka
8
Mengevaluasi berbagai system pemerintahan
ü  Menjelaskan pengertian system pemerintahan
ü  Mengidentifikasi ciri sistem pemerintahan presidensial dan parlementer
ü  Menyebutkan kelebihan dan kelemahan system pemerintahan presidensial dan parlementer
ü  Menjelaskan system pemerintahan yang digunakan oleh Negara Indonesia menurut UUD 1945 pada awal kemerdekaan
ü  Menyebutkan system pemerintahan Indonesia berdasarkan UUD 1945 sesudah adanya perubahan
ü  Membandingkan system pemerintahan Indonesia dengan Negara America Serikat
9
Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi
ü  Menjelaskan pengertian, fungsi pers dalam masyarakat demokrasi
ü  Menyebutkan peranana pers dalam masyarakat demokrasi
ü  Menjelaskan perkembangan pers di Indonesia pada masa orde lama
ü  Menjelaskan pengertian kode etik jurnalistik
ü  Menjelaskan upaya pemerintah dalam mengendalikan kebebasan pers
ü  Menunjukkan dapak penyalahgunaan kebebasan media massa/pers
10
Mengevaluasi dampak globalisai
ü  Menyebutkan factor pendorong munculnya globalisasi
ü  Menjelaskan aspek dan dampak globalisasi
ü  Menjelaskan pengaruh globalisasi terhadap kehidupan berbangsa  dan bernegaradalam bidang politik, ekonomi,social budaya dan hankam.
ü  Menunjukkan contoh pengaruh Negara lain yang dirasakan oleh bangsa Indonesia
ü  Menunjukkan sikap selektif terhadap pengaruh globallisasi


Minggu, 29 Januari 2017

KISI-KISI USBN PKN / PPKN TAHUN 2017


KISI - KISI USBN PPKN KURIKULUM 2006 DAN KURIKULUM 2013
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Pengertian ujian dan perbedaan UN DAN USBN

Ujian merupakan cara terbatas untuk mengukur kemampuan seseorang. Pelaksanaan ujian dimaksudkan untuk mengukur pengetahuan seseorang atau peserta didik. Ujian juga dijadikan sebagai alat evaluasi untuk menilai berapa jauh pengetahuan sudah dikuasai dan ketrampilan yang sudah diperoleh. Ujian dapat mendorong seseorang dalam kegiatan pembelajaran baik itu secara wawasan atau pun pengetahuan lainnya. Ujian dapat diberikan secara kertas atau pun komputer sebagai contoh ujian menggunakan kertas seperti ujian nasional yang ada di Indonesia yang bertujuan untuk penilaian pencanpaian kemampuan dengan standar lulusan secara nasional pada pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di Indonesia salah satu contoh ujian yang diberlakukan untuk mengukur kemampuan diri seseorang yaitu ujian nasional yang berfungsi sebagai penentu kelulusan peserta didik dalam lembaga pendidikan seperti sekolah.Salah satu bentuk ujian yang dapat menguji kemampuan diri seseorang yang diberlakukan di Indonesia selain ujian seperti ujian nasional terdapat pula ujian psikologi yang bertujuan salah satunya untuk mengetahui potensi secara mendasar diri seseorang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, perbedaan pertama adalah dalam USBN akan ditambahkan materi soal berupa esai. Perbedaan kedua, materi pembuatan soal akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Namun, pemerintah pusat akan menyisipkan beberapa pertanyaan, baik berupa pilihan ganda atau essai yang berfungsi sebagai indikator standar nasional. Selama ini, materi soal UN hanya berupa pilihan ganda dan dibuat sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

SILAHKAN DOWNLOAD KISI- KISI USBN PPKN 2017 DI BAWAH INI…




Sebagian dikutip dari;
http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2016/12/01/ini-perbedaan-un-dan-usbn-386516

Cerdas mencari peluang di media sosial

  *Hakikat Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media sosial (atau mediasosial) didefinisikan sebagai pelantar atau   platform  ...