Kamis, 24 Oktober 2024

AMANAT PEMBINA UPACARA (HARI PAHLAWAN)

Contoh Amanat Pembina Upacara pada peringatan hari Pahlawan
Assalamu’alaikum wr. wb

Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillahirobbil alamin, washolatu wassalamu 'ala asrofil ambiyai wal mursalin wa'ala alihi wasohbihi ajma'in, amma ba’du.

Yang terhormat Kepala Sekolah..................................
Yang kami hormati wakil Kepala Sekolah............................
Yang kami hormati Bapak dan Ibu guru serta staf tata usaha................................
Dan anak - anakku, calon pemimpin bangsa yang selalu kami banggakan.

Mari kita bersama-sama meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena dengan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, kita dapat melaksanakan upacara bendera dengan baik, Bapak sangat bangga dengan pelaksanaan upacara hari ini, semoga dapat dipertahankan, dan ditingkatkan lagi.

Sholawat dan salam kita curahkan pada Nabi Muhammad SAW, mudah - mudahan kita mendapatkan syafaatnya di yaumul qiyamah nanti. Amin.

Anak - anakku, masih ingatkah kalian dengan peristiwa 10 November 1945? Ya peristiwa itu merupakan pertempuran terbesar dalam sejarah revolusi Nasional Indonesia, dalam pertempuran tersebut rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia. Peristiwa itu yang kita kenal dan peringati sebagai hari pahlawan.

Anak–anak saya sayangi, hari pahlawan hendaknya tidak sekedar diingat dan diperingati saja, namun lebih dari itu, semangat yang ditunjukkan para pahlawan harus ditumbuh kembangkan dalam hati sanubari, sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama giat belajar untuk meraih prestasi. Apakah kalian siap berprestasi? “kami siap” Alhamdulillah.

Anak–anak yang saya banggakan, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan dalam bentuk aksi nyata untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, seperti menolong sesama yang terkena musibah, dan menghindari perilaku negatif contoh melakukan bullying/perundungan, menyebarkan berita bohong, melanggar hukum dan norma, perilaku merugikan orang lain dan lain sebagainya.

Anak-anak yang berbahagia, perubahan zaman tak bisa kita hindari. Kalian sebagai generasi penerus bangsa persiapkan dan bekalilah diri dengan berbagai macam ilmu pengetahuan, keahlian dan iman, agar dapat meneruskan cita-cita dan perjuangan para pahlawan untuk negara Indonesia tercinta ini.

Demikian amanat yang bapak sampaikan, Terima kasih atas perhatianya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Senin, 21 Oktober 2024

Nama Pejabat Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan susunan menteri, wakil menteri, dan kepala badan yang akan bertugas dalam kabinetnya untuk periode 2024-2029 di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Minggu (20/10) malam. Kabinet ini diberi nama "Kabinet Merah Putih" berdasarkan kesepakatan dengan para ketua umum partai politik pendukung pemerintah. Saat pengumuman, Prabowo didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Para menteri yang namanya diumumkan sebelumnya telah mengikuti pembekalan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa hari yang lalu. Pada malam ini, mereka tampil seragam mengenakan batik berwarna cokelat saat diperkenalkan kepada rakyat Indonesia di Istana Negara, Jakarta.

Berikut daftar menteri dalam Kabinet Merah Putih:
Menteri Kordinator
1. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan: Yusril Ihza Mahendra
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno
4. Menteri Koordinator Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
5. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono
6. Menteri Koordinator Pangan: Zulkifli Hasan
7. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat: Abdul Muhaimin Iskandar

Menteri-Menteri
1. Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi
2. Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
3. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
4. Menteri Luar Negeri: Sugiono
5. Menteri Agama: Nasaruddin Umar
6. Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas
7. Menteri Hak Asasi Manusia: Natalius Pigai
8. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Agus Andrianto
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu'ti
11. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi: Satrio Sumantri Brodjonegoro
12. Menteri Kebudayaan: Fadli Zon
13. Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin
14. Menteri Sosial: Saifullah Yusuf
15. Menteri Ketenagakerjaan: Yassierli
16. Menteri Penempatan Migran: Abdul Kadir Karding
17. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
18. Menteri Perdagangan: Budi Santoso
19. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Bahlil Lahadalia
20. Menteri Pekerjaan Umum: Raden Dodi Hanggodo
21. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: Maruarar Sirait
22. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal: Yandri Susanto
23. Menteri Transmigrasi: Iftitah Suryanegara
24. Menteri Perhubungan: Dudy Purwagandhi
25. Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid
26. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
27. Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni
28. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
29. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Nusron Wahid
30. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Rachmat Pambudy
31. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Rini Widiantini
32. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Erick Thohir
33. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional: Wihaji
34. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup: Hanif Faisol
35. Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Penaman Modal: Rosan Roeslani
36. Menteri Koperasi: Budi Arie
37. Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah: Maman Abdurrahman
38. Menteri Pariwisata: Widianti Putri
39. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Teuku Riefky Harsya
40. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Arifatul Choiri Fauzi
41. Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo

Pimpinan Lembaga Negara
1. Jaksa Agung: ST Burhanuddin
2. Kepala Badan Intelijen Negara: M Herindra
3. Kepala Staf Kepresidenan: AM Putranto
4. Kepala Presidential Communication Office (PCO): Hasan Nasbi
5. Sekretaris Kabinet: Teddy Indra Wijaya

Daftar Wakil Menteri dan Jabatannya.
1. Leodwik F Paulus, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
2. Otto Hasibuan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan
3. Bambang Eko Suharyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara
4. Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Sekretaris Negara
5. Bima Arya, Wakil Menteri Dalam Negeri
6. Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri
7. Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri
8. Armanata K. Natsir, Wakil Menteri Luar Negeri
9. Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Luar Negeri
10. Dony Ermawan, Wakil Menteri Pertahanan
11. Haji Muhammad Syafii M Hum, Wakil Menteri Agama
12. Edward Omar Sharif Hiariej, Wakil Menteri Hukum
13. Mugiyanto, Wakil Menteri HAM
14. Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
15. Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan
16. Prof. Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan
17. Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Keuangan
18. Dr. Fajar Rizal Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan
19. Prof. Latif Uhayat, Wakil Menteri Pendidikan
20. Prof. Dr. Fauzan MPd, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Science dan Teknologi
21. Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Science dan Teknologi
22. Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan
23. Prof. Dr. Dante Saksono, Wakil Menteri Kesehatan
24. Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial
25. Imanuel Ebenhaezer, Wakil Menteri Ketenagakerjaan
26. Kristina Ariani, Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Pekerja Migran Indonesia
27. Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Pekerja Migran Indonesia
28. Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian
29. Dyah Roro Esti Widyaputri, Wakil Menteri Perdagangan
30. Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM
31. Diana Kusuma Astuti, Wakil Menteri Pekerjaan Umum
32. Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
33. Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa
34. Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Transmigrasi
35. Komjen Pol (Purn) Suntana, Wakil Menteri Perhubungan
36. Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komunikasi Digital
37. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi Digital
38. Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian
39. Sulaiman Umar, Wakil Menteri Kehutanan
40. Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Kelautan Perikanan
41. Oshi Dermawan, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional
42. Febrian Alfianto Rudiat, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas
43. Komjen (Purn) Purwadi, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
44. Kartiko Wirjo Atmojo, Wakil Menteri BUMN
45. Aminudin Maruf, Wakil Menteri BUMN
46. Doni Oskarya, Wakil Menteri BUMN
47. Isyana Bagus Oka, Wakil Menteri Kependudukan/Wakil Kepala BKKBN
48. Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
49. Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM
50. Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi
51. Helfi Yuni Moraza, Wakil Menteri UMKM
52. Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Pariwisata
53. Irine Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Bekraf
54. Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA)
55. Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga
56. Muhammad Qodari, Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP)

Dengan perubahan dan penambahan kementrian jumlah total ada 48 menteri dan 5 kepala badan serta 56 orang yang mengisi posisi wakil menteri. Maka harapan besar dari Rakyat Indonesia semoga dapat menyelesaian persoalan dan tantangan bangsa, memberikan pelayanan terbaik sehingga kedepan bisa mencapai Indonesia maju Inonesia emas.

Minggu, 25 Agustus 2024

GEGURITAN BAHASA JAWA (PITUTUR)


Atur kang nglantur
Salah kang kaprah
Tindakan kang nerak pranatan
Tingkah polah
Solah bowo lan trapsilo kang ora tumoto
Dadi ageman sadino-dino kadang taruna

Ngendelke kekancan neng pinggir dalan
Ugal-ugalan, kebut-kebutan
Ngunjuk miras lan narkoba
Dadi klangenan

Tobat-tobat soto babat
Kebat kliwat ora wedi kualat
Gawat wat gawat

Duh gusti kang akarya gung
Nyuwun sih kawelasan gusti
Kagem para kadang taruna
Lumunturing pitutur kang kumantil ing jiwa

Tutur kang nuntun kadang taruna
Marang gesang kang tumata
Murih miguna marang nusa lan bangsa
Nadyan metu saka wong sudra

Awit…
 
Pitutur bener iku
Sayektine apantes tiniru
Nadjan metu saka wong sudra pepeki
Lamun becik wuruk ipun
Iku pantes sira anggo.

Kebak tutur kang ora nglantur
Cetha tumatha, kados kawah candradimuka
Anggula wentah kadang taruna
Hiya ana ing
PRAMUKA.

Rabu, 21 Agustus 2024

Ide Peringatan dan Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia

Dalam rangka menyambut dan merayakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, ada banyak rekomendasi kegiatan yang bisa dilakukan. Berbagai kegiatan 17 Agustus-an ini bisa dilakukan di lingkungan rumah, sekolah, masyarakat hingga kantor.

Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus merupakan momen penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merayakan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan oleh para pahlawan. Berikut beberapa cara dan ide kegiatan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia:

1.     Upacara Pengibaran Bendera

Tingkat Nasional: Upacara resmi diadakan di Istana Merdeka, Jakarta, yang dihadiri oleh Presiden, Wakil Presiden, pejabat negara, serta tamu kehormatan. Pengibaran bendera dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Tingkat Daerah: Upacara pengibaran bendera juga dilakukan di kantor-kantor pemerintah daerah, sekolah-sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya.

2.     Ziarah ke Makam Pahlawan

Peringatan hari kemerdekaan juga diisi dengan ziarah ke makam pahlawan untuk mengenang dan mendoakan jasa-jasa mereka.

3.     Pengibaran Bendera Merah Putih di Rumah

Masyarakat Indonesia diwajibkan untuk mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing selama beberapa hari menjelang hingga sesudah tanggal 17 Agustus.

4.     Lomba Tradisional

*Balap Karung: Peserta masuk ke dalam karung dan berlomba mencapai garis finish.

*Lomba Makan Kerupuk: Kerupuk digantung dan peserta harus memakannya tanpa menggunakan tangan.

*Panjat Pinang: Lomba memanjat pohon pinang yang telah dilumuri minyak dengan hadiah menarik di puncaknya.

*Lomba Kelereng: Peserta berlomba membawa kelereng di atas sendok yang dipegang dengan mulut.

*Lomba Tarik Tambang: Lomba kekuatan dengan menarik tambang hingga tim lawan melewati garis batas.

5.     Pawai dan Karnaval

Setelah upacara bendera, di banyak daerah di Indonesia diadakan pawai atau karnaval yang menampilkan berbagai elemen masyarakat dengan mengenakan kostum tradisional, seragam organisasi, atau atribut nasional lainnya.

6.     Pertunjukan Seni dan Budaya

Pentas seni yang menampilkan tarian tradisional, musik daerah, teater rakyat, atau pertunjukan wayang.

7.     Lomba Kreatif

Lomba Dekorasi Gapura: Warga berlomba menghias gapura di lingkungan masing-masing dengan tema kemerdekaan.

Lomba Video atau Foto: Mencari konten kreatif yang menggambarkan semangat kemerdekaan di media sosial.

Lomba Kreasi Tumpeng: Membuat tumpeng dengan hiasan dan bentuk yang unik dan menarik.

8.     Olahraga Massal

Jalan santai, senam massal, atau fun bike yang diikuti oleh warga setempat.

9.     Pameran UMKM

Mengadakan bazar atau pasar rakyat yang menampilkan produk-produk lokal dari pelaku UMKM.

10.  Lomba Kebersihan Lingkungan

Kompetisi antar RT atau RW untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar.

11.  Malam Syukuran

Menggelar acara tasyakuran dengan doa bersama, potong tumpeng, dan hiburan musik di malam hari.

12.  Nonton Bareng Film Nasional

Mengadakan acara nonton bersama film-film bertema perjuangan atau sejarah kemerdekaan Indonesia.

 Kegiatan-kegiatan ini bisa disesuaikan dengan skala perayaan, baik di tingkat RT, RW, desa, atau kota.

 

Selasa, 13 Agustus 2024

Ciri Khas Pramuka Penegak

Pramuka Penegak adalah salah satu tingkatan dalam Gerakan Pramuka di Indonesia, yang ditujukan untuk anggota Pramuka yang berusia 16-20 tahun. Penegak berada di atas tingkatan Penggalang dan di bawah tingkatan Pandega. Tingkatan ini bertujuan untuk mempersiapkan anggotanya menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kepemimpinan yang baik.

Ciri khas Pramuka Penegak:
  1. Tingkatan: Pramuka Penegak terdiri dari dua tingkatan, yaitu Penegak Bantara dan Penegak Laksana. Penegak Bantara adalah tingkatan awal, sementara Penegak Laksana adalah tingkatan lanjutan.
  2. Kegiatan: Kegiatan Pramuka Penegak biasanya lebih menantang dan berfokus pada pengembangan kepemimpinan, keterampilan, dan pengetahuan. Mereka sering terlibat dalam proyek-proyek masyarakat, kegiatan penjelajahan, dan latihan-latihan keterampilan.
  3. Satuan: Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak dikenal sebagai Sangga, yang idealnya terdiri dari 6 hingga 8 anggota Penegak. Sangga dipimpin oleh seorang anggota yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsa). Lima Sangga digabungkan menjadi satu Ambalan, yang dipimpin oleh seorang ketua bernama Pradana. Dalam Ambalan, terdapat juga sekretaris yang disebut Kerani, bendahara yang disebut Hartaka atau Juru Uang, dan seorang Pemangku Adat. Setiap Ambalan memiliki nama yang bervariasi, seperti nama pahlawan, tokoh pewayangan, atau lainnya, sesuai dengan karakter Ambalan tersebut.
  4. Tanda Kecakapan: Selain tanda kecakapan umum, Penegak juga dapat meraih berbagai macam tanda kecakapan khusus berdasarkan keterampilan dan kemampuan yang dikuasai.
  5. Janji dan Kode Kehormatan: Penegak mengikuti janji Pramuka yang dikenal sebagai Tri Satya dan kode kehormatan yang disebut Dasa Dharma.
Janji Pramuka Penegak disebut Satya Pramuka. Berikut bunyi Satya Pramuka Penegak:

Tri Satya Pramuka
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia,dan mengamalkan Pancasila.
  2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
  3. Menepati Dasa Darma Pramuka.
Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Darma Pramuka. Berikut isi Darma Pramuka Penegak:
Dasa Darma Pramuka:
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, trampil, dan gembira
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Disiplin, berani, dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Gerakan Pramuka Penegak memainkan peran penting dalam membentuk pemuda Indonesia menjadi individu yang berkarakter, berbakti pada masyarakat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kamis, 08 Agustus 2024

Istilah dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka adalah sebuah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana kontennya dioptimalkan agar peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep dan memperkuat kompetensi. Guru memiliki kebebasan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar siswa.

Berikut Istilah-Istilah dalam kurikulum merdeka:

a.      Prota (Program Tahunan) tetap

b.     Promes diganti Prosem (Program Semester).

c.      Silabus diganti ATP (Alur Tujuan Pembelajaran).

d.     KI (Kompetensi Isi) diganti CP (Capaian Pembelajaran).

e.      Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) diganti Modul Ajar.

f.      KD (Kompetensi Dasar) diganti TP (Tujuan Pembelajaran).

g.     KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) diganti KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran).

h.     IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) diganti IKTP (Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran).

i.      Penilaian Harian (PH) diganti Sumatif.

j.      Penilaian Tengah Semester (PTS) diganti STS (Sumatif Tengah Semester).

k.     PAS (Penilaian Akhir Semestar) diganti SAS (Sumatif Akhir Semester).

l.      Indikator soal diganti dengan Indikator Asesmen.

m.    Penilaian teman sejawat diganti Formatif.

n.     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diganti Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) 


Kurikulum Merdeka memungkinkan sekolah untuk memilih dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing, serta memberikan lebih banyak ruang bagi inovasi dalam metode pengajaran dan evaluasi.


Sebagian di kutip dari: https://mapansa.sch.id/read/32/istilah-istilah-dalam-kurikulum-merdeka

Kurikulum Merdeka

Beberapa prinsip utama dari Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang menawarkan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan konten yang lebih optimal, sehingga peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep dan memperkuat kompetensi mereka. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki kebebasan untuk memilih berbagai alat pembelajaran, memungkinkan penyesuaian dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. Kurikulum ini juga mencakup proyek-proyek untuk memperkuat profil pelajar Pancasila, yang dikembangkan berdasarkan tema-tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyek-proyek ini tidak bertujuan untuk mencapai target pembelajaran tertentu dan tidak terkait dengan konten mata pelajaran tertentu.

Inti dari Kurikulum Merdeka adalah konsep Merdeka Belajar, yang dirancang agar siswa dapat mendalami minat dan bakat mereka masing-masing. Misalnya, jika dua anak dalam satu keluarga memiliki minat yang berbeda, maka metode penilaian yang digunakan juga akan berbeda. Anak-anak tidak dipaksa untuk mempelajari hal-hal yang tidak mereka sukai, sehingga memberikan otonomi dan kebebasan bagi siswa dan sekolah. Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, hingga Kesetaraan. Setiap satuan pendidikan menentukan pilihannya berdasarkan angket kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka yang menilai kesiapan guru, tenaga kependidikan, dan satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Pilihan yang paling sesuai akan disesuaikan dengan kesiapan satuan pendidikan, sehingga implementasi Kurikulum Merdeka akan lebih efektif sesuai dengan kebutuhan.

 Beberapa prinsip utama dari Kurikulum Merdeka antara lain:

1.    Pembelajaran Berbasis Kompetensi: Fokus pada pengembangan kompetensi siswa, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

2.    Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan: Memberikan kesempatan yang sama kepada semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

3.    Pengembangan Karakter: Menekankan pentingnya pendidikan karakter yang mencakup nilai-nilai seperti integritas, kerja sama, dan kemandirian.

4.    Kontekstual dan Relevan: Materi pembelajaran disesuaikan dengan konteks lokal dan relevan dengan kehidupan nyata siswa.

5.    Pembelajaran Berpusat pada Siswa: Mengutamakan kebutuhan, minat, dan potensi siswa dalam proses pembelajaran.

Kurikulum Merdeka memungkinkan sekolah untuk memilih dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing, serta memberikan lebih banyak ruang bagi inovasi dalam metode pengajaran dan evaluasi.

 

Sebagian di kutip dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Merdeka

Cerdas mencari peluang di media sosial

  *Hakikat Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media sosial (atau mediasosial) didefinisikan sebagai pelantar atau   platform  ...